Pengaruh penambahan aditif tanin chestnut terhadap kualitas silase kelobot jagung (Zea mays)

Authors

  • Sadarman Sadarman Program Studi Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Dewi Febriana Program Studi Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Teguh Wahyono Pusat Riset dan Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Ja-karta Selatan
  • Novia Qomariyah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Rizki Amalia Nurfitriani Program Studi Produksi Ternak, Politeknik Negeri Jember, Jawa Timur, Indonesia
  • Saadilah Mursid Program Studi Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Yusuf Aldito Oktafyan Program Studi Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Zulkarnain Zulkarnain Program Studi Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Agustin Bayu Prasetyo Program Studi Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Danung Nur Adli Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.21776/ub.jnt.2021.005.01.4

Keywords:

Aditif, aroma, kelobot jagung, silase, tanin

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui kualitas silase kelobot jagung dengan penambahan aditif tannin. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelobot jagung, dan tannin chestnut. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan terdiri atas P1(-): Kelobot jagung tanpa penambahan aditif; P2(-): Kelobot jagung + 5% dedak padi; P3: Kelobot jagung + tannin chestnut 0.5%, P4: Kelobot jagung + tannin chestnut 1%, P5: Kelobot jagung + tannin chestnut 1.5%. Data dianalisa dengan analisis ragam apabila terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan uji Duncan. Hasil menunjukan pemberian tannin chestnut mampu memberikan pengaruh nyata (p < 0,05) terhadap kualitas fisil silase. Hasil menunjukan hasil yang berpengaruh nyata yaitu suhu, warna, aroma, tekstur, dan pertumbuhan jamur. Disimpulkan bahwa pemberian tannin chestnut mampu optimal hingga taraf 0,50% yang disimpan selama 30 hari.

Author Biographies

Sadarman Sadarman, Program Studi Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Program Studi Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Dewi Febriana, Program Studi Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Program Studi Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Teguh Wahyono, Pusat Riset dan Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Ja-karta Selatan

Pusat Riset dan Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Jakarta Selatan

Novia Qomariyah, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan, Indonesia

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan, Indonesia

Rizki Amalia Nurfitriani, Program Studi Produksi Ternak, Politeknik Negeri Jember, Jawa Timur, Indonesia

Program Studi Produksi Ternak, Politeknik Negeri Jember, Jawa Timur, Indonesia

Saadilah Mursid, Program Studi Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Mahasiswa

Yusuf Aldito Oktafyan, Program Studi Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Mahasiswa

Zulkarnain Zulkarnain, Program Studi Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Mahasiswa

Agustin Bayu Prasetyo, Program Studi Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Mahasiswa

Downloads

Published

2022-03-21