Pengaruh penambahan aditif tanin chestnut terhadap kualitas silase kelobot jagung (Zea mays)

Sadarman Sadarman, Dewi Febriana, Teguh Wahyono, Novia Qomariyah, Rizki Amalia Nurfitriani, Saadilah Mursid, Yusuf Aldito Oktafyan, Zulkarnain Zulkarnain, Agustin Bayu Prasetyo, Danung Nur Adli

Abstract


Penelitian dilakukan untuk mengetahui kualitas silase kelobot jagung dengan penambahan aditif tannin. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelobot jagung, dan tannin chestnut. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan terdiri atas P1(-): Kelobot jagung tanpa penambahan aditif; P2(-): Kelobot jagung + 5% dedak padi; P3: Kelobot jagung + tannin chestnut 0.5%, P4: Kelobot jagung + tannin chestnut 1%, P5: Kelobot jagung + tannin chestnut 1.5%. Data dianalisa dengan analisis ragam apabila terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan uji Duncan. Hasil menunjukan pemberian tannin chestnut mampu memberikan pengaruh nyata (p < 0,05) terhadap kualitas fisil silase. Hasil menunjukan hasil yang berpengaruh nyata yaitu suhu, warna, aroma, tekstur, dan pertumbuhan jamur. Disimpulkan bahwa pemberian tannin chestnut mampu optimal hingga taraf 0,50% yang disimpan selama 30 hari.


Keywords


Aditif, aroma, kelobot jagung, silase, tanin

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21776/10.21776/ub.jnt.2021.005.01.4

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.