Nilai Kecernaan In Vitro Pakan Lengkap Berbasis Kulit Kopi (coffea sp.) Menggunakan Penambahan Daun Tanaman Leguminosa

Risa Pranata, Siti Chuzaemi

Abstract


Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis nilai kecernaan bahan kering (KcBK), bahan organik (KcBO) dengan metode in vitro dari penambahan daun tanaman leguminosa yang berbeda seperti indigofera (Indigofera sp.), gamal (Gricidia sepium), kaliandra (Calliandra callothyrsus), dan kelor (Moringa oleifera) dalam pakan lengkap berbasis kulit kopi (Coffea sp.). Penelitian ini menggunakan Anova (analisis of varian) pada Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perbedaan dalam setiap perlakuan, dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh sangat nyata (P<0,01) pada nilai KcBK dan KcBO. Penggunaan leguminosa kelor pada pakan lengkap menunjukkan KcBK dan KcBO tertinggi dengan nilai masing-masing 52,15% dan 48,84%. Kesimpulan yang didapat dari penelitian yaitu penggunaan leguminosa kelor dalam pakan lengkap berbasis kulit kopi memberikan nilai tertinggi pada nilai KcBK dan KcBO.


Keywords


Leguminosa, kulit kopi, pakan lengkap, kecernaan in vitro.

Full Text:

PDF

References


Adli, D. N., Sjofjan, O., & Mashudi, M. (2017). Dried of poultry waste urea-molasses block (dpw-umb) as potential for feed supplementation. Jurnal Agripet, 17(2), 144–149. https://doi.org/10.17969/agripet.v17i2.8391

Adli, D. N., Sjofjan, O., & Mashudi, M. (2018). A study: nutrient content evaluation of dried poultry waste urea molasses block (dpw-umb) on proximate analysis. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 28(1), 84–89. https://doi.org/10.21776/ub.jiip.2018.028.01.09

Badarina, I., Evvyernie, D., Toharmat, T. T., & Herliyana, E. N. (2015). Fermentabilitas rumen dan kecernaan in vitro ransum yang disuplementasi kulit buah kopi produk fermentasi jamur Pleurotus ostreatus. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 9(2), 102–109. https://doi.org/10.31186/js pi.id.9.2.102-109

Hadi, R. F., Kustantinah, & Hartadi, H. (2012). Kecernaan in sacco hijauan leguminosa dan hijauan non- leguminosa dalam rumen sapi peranakan ongole. Buletin Peternakan, 35(2), 79–85. https://doi.org/10.21059/ buletinpeternak.v35i2.594

Hardianto, A., Ali, U., & Kalsum, U. (2019). Pengaruh penambahan aspergilus niger pada haylase complete feed berbasis bagas tebu dan kotoran ayam petelur terhadap kecernaan in vitro. Jurnal Rekasatwa Peternakan, 1(1), 126–129.

Marhaeniyanto, E., Rusmiwari, S., & Susanti, S. (2017). Pemanfaatan daun kelor untuk meningkatkan produksi ternak kelinci New Zealand White. Buana Sains, 15(2), 119–126.

Samadi, S., Usman, Y., & Delima, M. (2010). Kajian potensi limbah pertanian sebagai pakan ternak ruminansia di Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Agripet, 10(2), 45–53. https://doi.org/10.17969/agripet.v10i2.644

Sarah, S., Suprayogi, T., & Sudjatmogo. (2015). Kecernaan protein ransum dan kandungan protein susu sapi perah akibat pemberian imbangan hijauan dan konsentrat ransum yang berbeda. Animal Agriculture Journal, 4(2), 229–233.

Savitri, M. V., Sudarwati, H., & Hermanto. (2013). Pengaruh umur pemotongan terhadap produktivitas gamal (Gliricidia sepium). Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 23(2), 25–35.

Sirait, J., Simanihuruk, K., & Hutasoit, R. (2011). Potensi Indigofera sp. sebagai pakan kambing: produksi, nilai nutrisi dan palatabilitas. Pastura: Journal of Tropical Forage Science, 1(2), 56–60. https://doi.org/10.24843/Pastura.2012.v01.i02.p06

Stefanus, H. ., Saleh, A., & Nenobais, M. (2016). Pengaruh fermentasi kulit buah kopi dengan trichoderma reseei yang ditambah Zn-Cu Isoleusinat terhadap perubahan kandungan nutrisi. Jurnal Nukleus Peternakan, 3(1), 1–9.

Tanuwiria, U. T., Djaja, W., & Kuswaryan, S. (2010). Metode Pengeringan Daun Kaliandra dan Efek Penggunaannya dalam Ransum terhadap Performans Produksi Sapi Perah. Seminar Nasional Fakultas Pertanian Dan Peternakan Uin Suska. Riau.

Tilley, J. M. A., & Terry, R. A. (1963). A two-stage technique for the in vitro digestion of forage crops. Grass and Forage Science, 18(2), 104–111. https://doi.org/10.1111/j.1365-2494.1963.tb00335.x

Trisnadewi, S. A., Cakra, I., Wirawan, I., Mudita, I., & Sumardani, N. (2013). Substitusi gamal (Gliricidia sepium) dengan kaliandra (Calliandra calothyrsus) pada ransum terhadap kecernaan in-vitro. Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak, 3(2), 106–109. https://doi.org/10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p12

Wijayanti, E., Wahyono, F., & Surono. (2012). Kecernaan nutrien dan fermentabilitas pakan komplit dengan level ampas tebu yang berbeda secara in vitro. Animal Agricultural Journal, 1(1), 167–179.

Winugroho, M., & Widyastuti, Y. (2009). Keseimbangan nitrogen pada domba yang diberi daun leguminosa sebagai pakan tumggal. Buletin Ilmu Peternakan Dan Perikanan, 13(1), 6–13.




DOI: https://doi.org/10.21776/ub.jnt.2020.003.02.1

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.