Program Edukasi Perbaikan Pakan dan Pelayanan Inseminasi Buatan di Kelompok Ternak Sapi Perah Desa Medowo, Kecamatan Kandangan, Kota Kediri

Authors

  • Viski Fitri Hendrawan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya, Jl. Puncak Dieng, Kunci, Kunci, Kalisongo, Dau, Jawa Timur, Indonesia 65151
  • Desi Wulansari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya, Jl. Puncak Dieng, Kunci, Kunci, Kalisongo, Dau, Jawa Timur, Indonesia 65151
  • Galuh Chandra Agustina Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya, Jl. Puncak Dieng, Kunci, Kunci, Kalisongo, Dau, Jawa Timur, Indonesia 65151
  • Yudit Oktanella Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya, Jl. Puncak Dieng, Kunci, Kunci, Kalisongo, Dau, Jawa Timur, Indonesia 65151
  • Aulia Firmawati Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya, Jl. Puncak Dieng, Kunci, Kunci, Kalisongo, Dau, Jawa Timur, Indonesia 65151

DOI:

https://doi.org/10.21776/ub.jnt.2020.003.02.7

Keywords:

Inseminasi buatan, Medowo, sapi perah

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan peternak yang berkaitan dengan bidang pakan, reproduksi dan meningkatkan pengetahuan peternak dalam hal kesehatan ternak dan pentingnya management pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) yang baik sehingga tercapai efisiensi reproduksi. Kegiatan ini dilakukan mulai bulan Juni hingga Agustus 2020 yang terdiri atas kegiatan pemeriksaan kesehatan ternak, penyuluhan dan pelaksanaan IB serta kegiatan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 20 (19%) dari 105 ekor sapi mengalami estrus, 20 (19%) ekor bunting, 4 (4,8%) kasus hipofungsi ovarium dan 9 (8,6%) kasus CLP yang didiagnosa dengan palpasi rektal sedangkan sisanya 51 ekor (48,6%) dalam kondisi tidak bunting (fase luteal dan dara). Sapi perah sebanyak 13 (65%) dari 20 ekor berhasil bunting setelah diinseminasi, sedangkan sisanya 7 ekor (35%) tidak bunting, hal ini disebabnya factor manajemen dan ketepatan pelaksanaan IB. Perbaikan reproduksi pada kasus hipofungsi dan CLP dapat diperbaiki dengan perbaikan pakan, pemberian vitamin A D E K dan perbaikan manajemen post partus, selain itu perlu juga dilakukan pengobatan hormonal. Kondisi sapi perah peternak anggota  KUD Kerta Jaya menunjukkan penampilan yang baik dilihat dari keberhasilan kebuntingan yang mencapai 65% setelah diberi perlakuan pakan, vitamin dan hormone serta secara umum tidak ada ternak yang mengalami gangguan reproduksi.

References

Alit, I. B. K. (2009). Peluang dan tantangan pengembangan sapi Bali menuju komoditas andalan nasional. Makalah Seminar Nasional Dan Lokakarya. Denpasar: Universitas Udayana.

Correa, J. R., Rodriguez, M. C., Patterson, D. J., & Zavos, P. M. (1996). Thawing and processing of cryopreserved bovine spermatozoa at various temperatures and their effects on sperm viability, osmotic shock and sperm membrane functional integrity. Theriogenology, 46(3), 413–420. https://doi.org/10.1016/0093-691X(96)00163-X

Gumilar, S. A., Susilawati, T., & Wahyuningsih, S. (2012). Tampilan reproduksi sapi perah pada berbagai paritas di wilayah KUD Batu. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science), 22(3), 9–14.

Hastuti, D. (2008). Tingkat keberhasilan inseminasi buatan sapi potong di tinjau dari angka konsepsi dan service per conception. MEDIAGRO, 4(1), 12–20. https://doi.org/10.31942/MD.V4I1.899

Krishaditersanto, R. (2019). Pelatihan Teknis Perawatan Induk dan Pedet Bagi Penyuluh/Petugas. Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang.

Raharja, Megawati, & Salim. (2012). Evaluasi Program Inseminasi Buatan (Ib) Pada Sapi Di Kota Samarinda. Samarinda: Universitas Mulawarman.

Sudrajat, S. (2003). Kebijakan pembangunan peternakan ditinjau dari aspek bioteknologi molekuler. Analisis Kebijakan Pertanian, 1(3), 187–191.

Susilawati, T. (2011). Spermatologi. Malang: UB Press.

Downloads

Published

2020-09-07